Selingkuh & Berzina Menurut Agama Buddha

Selingkuh dan berzina berdampak pada ikatan jodoh dan keturunan.

Di dalam kitab suci agama Buddha dijelaskan bahwa bila sekali saja Anda melakukan perbuatan zina dengan pelacur/gigolo, maka anda sudah menciptakan ikatan, pertalian, atau jodoh dengan pelacur/gigolo tersebut, akibatnya sebanyak “500 kehidupan” anda harus hidup bersamanya. Masalah ini janganlah diremehkan dengan berpikir “toh ngga apa-apa bila harus hidup dengannya”. Mengapa?  Karena akibat perbuatan zina atau selingkuh sama dengan dosa dan karma buruknya berat, akibat negatifnya kehidupan yang dilakoni bersama pasti sulit, susah, dan suram untuk waktu yang lama sekali.

Orang yang suka selingkuh atau berzina selain rawan dan berisiko penyakit menular, pun akan melahirkan anak-anak liar, kurang sehat, berperangai buruk, emosional, bernasib kurang baik, dan selama dibesarkan banyak menyusahkan orang tuanya, juga rejekinya seret, dan masa depannya suram. Karena akibat selingkuh dan berzina, sehingga bibitnya kotor, aura sinar tubuhnya pun redup, juga akibat pengaruh karma buruknya sehingga mendapatkan bibit jelek dan sulit mendapatkan bibit unggul. Di dalam kitab suci dikatakan bahwa perilaku zina dan selingkuh paling tidak disukai dan dibenci oleh para dewa langit, sehingga banyak para dewa rejeki maupun dewa pelindung pergi menjauhi dan tidak memberi berkah serta perlindungan, sehingga bernasib jelek, rejekinya seret, dan kemalangannya banyak.

Para pemuda dan pemudi yang ingin menikah dan mengharapkan keturunan yang baik, janganlah mengotori diri dengan berselingkuh dan berzina. Ketahuilah bahwa kenikamatan selingkuh dan berzina hanya sekejap, tetapi sengsaranya dalam waktu yang sangat lama.

Kenikamatan masa lalu bagaikan impian, kenikmatan sekarang bagaikan kilatan petir, kenikmatan yang akan datang bagaikan fatamorgana.

By: Bhiksu Tadisa Paramita Sthavira

About bentbee

Hal yang paling kusukai dalam hidup adalah bangun di pagi hari, menghirup udara pagi sambil minum sweet hot tea... ^^

Posted on 1 June 2012, in Tradisi & Agama and tagged , . Bookmark the permalink. 7 Comments.

  1. mohon petunjuknya, jika seseorang telah melakukan perbuatan berzina(misal dg pelacur), apakah dia masih punya kesempatan untuk memperbaikinya ? tlg dijawab sesuai pandangan agama buddha, Thanks

    • Tentu saja masih bisa diperbaiki.

      Let me explain like this:
      Menurut hukum karma, karma buruk tidak dapat dikikis/dihilangkan dan pada waktunya akan memberikan buah yang tidak menyenangkan. Buah tersebut tidak dapat dikikis/dihilangkan/dikurangi, namun buah yang tidak menyenangkan itu akan terasa tidak berat apabila secara bersamaan berbuah pula karma baik yang telah dilakukannya. Sebagaimana sesendok garam [perbuatan buruk] akan memberikan rasa asin apabila larut dalam segelas air [perbuatan baik], tetapi rasa asinnya tidak akan terasa apabila larut dalam sebuah kolam air yang besar.

      “Sesuai dengan benih yang telah ditabur,
      Begitulah buah yang akan dipetiknya,
      Pembuat kebaikan akan mendapat kebaikan,
      Pembuat kejahatan akan memperoleh kejahatan.
      Taburkanlah biji-biji benih, dan
      Engkau pulalah yang akan menikmati buah daripadanya.”
      [Samyutta Nikaya]

  2. apa pengertian zina dalam Buddha? bagaimana kalau berhubungan seks dengan pacar sendiri, apakah itu disebut zina? dan apabila menikah nanti, apakah akan menghasilkan keturunan yang kurang baik?

    • Yang termasuk zina (kamesu michacara) menurut agama Buddha adalah melakukan bukan waktunya, bukan pada tempatnya, bukan pada lawan jenis, istri/suami orang lain, termasuk seksual onani (masturbasi).

      Bukan waktunya: melakukan hubungan seksual pada saat hari ulang tahun atau hari kematian orang tua, hari ultah diri sendiri, ultah/shejit Buddha/Bodhisatva; disebut sebagai zina (melanggar kepatutan).

      Bukan pada tempatnya: melakukan seksual di vihara/pagoda/candi, tempat keramat/suci, kuburan, tempat keramaian, di ruang terbuka sehingga ditonton banyak orang, dan tempat lain yang tidak sesuai dan bukan pada tempatnya; maka disebut zina.

      Bukan lawan jenis maksudnya melakukan seksual manusia dengan binatang atau homoseksual/lesbian; itu disebut zina.
      Melakukan hubungan seksual dengan seorang gadis yang belum dinikahi, wanita yang sudah bersuami, masturbasi (onani) pun disebut zina.

      Kumpul kebo (seks pra nikah) adalah zina dan karma buruk yang berakibat penderitaan.

      Orang bodoh hanya berpikir saat sekarang mencari happy-happy dan nikmat saja, serta ngga peduli dengan sebab-akibat hukum karma yang mencengkram dan mendominasi untuk tiga masa (masa lalu, masa sekarang, dan masa akan datang). Oleh karena itu, setiap orang harus berhati-hati. Semua berjalan dengan hukum karma.

      Dhammapada 309:
      Orang yang lengah dan berzina akan menerima 4 ganjaran, yaitu:
      1. ia akan menerima karma buruk;
      2. Ia tidak dapat tidur dengan tenang/nyenyak;
      3. Namanya tercela;
      4. Ia akan masuk neraka.

      [sumber:majalah Harmoni, No. 24/03/X/HAR/12, halaman 50]

      • mohon petunjuknya,istriku kabur dgn karyawanku ( dia meninggalkan seorang suami dan 2 orang anak2nya.)istriku telah selingkuh dgn karyawanku,dan dia hamil,tapi dia gugurin,kemudian dia mau balik lg sama aku,setalah satu tahun ninggalin keluarga.

        pertanyakan ku, hrs kah aku pertahankan istri seperti itu?
        jalan apa yg harus aku tempuh

      • Apa yang kamu cari dalam hidup ini?
        Apa tujuan hidup kamu?
        Apa yang membuat kamu bahagia (hepi)? [Maksudnya, bahagia (hepi) menurut Buddha Dharma. Bukan bahagia (hepi) dari pelanggaran Pancasila Buddhis.]
        Kamulah yang paling tau jawaban dari pertanyaanmu sendiri.

        Bagi beberapa orang, kepercayaan itu seperti kertas baru. Kalo di situ terjadi pengkhianatan, maka tidak bisa rapi seperti semula lagi.

        Bagi beberapa orang lainnya, hidup sebagai manusia sangat singkat, sehingga hidup terlalu sangat disayangkan bila diisi dengan pikiran dan tindakan yang buruk/negatif. Mesti banyak-banyak berbuat baik, seperti berdana, menjalankan sila, baca paritta/keng, dan meditasi. Perbuatan baik tersebut bukan dilakukan cuma sekali lalu selesai, tapi harus dilakukan setiap hari seumur hidup.

        Hidup adalah pilihan. Kadang kita terjebak dalam berbagai pilihan sulit. Dan tentunya kita harus bertanggung jawab terhadap konsekuensi dari pilihan kita tersebut. Saran saya, cobalah tenangkan diri dan pikiran kamu. Bila pikiran tenang, keputusan yang diambil/dipilih pastilah lebih baik dibanding dengan pikiran yang dalam keadaan emosi.

Koment ahh,,, :D hehehe..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 118 other followers

%d bloggers like this: