Jangan Pernah Berhenti Jalan-Jalan

Percaya deh ma saya. Jangan pernah berhenti jalan-jalan. Mumpung masih muda, masih ada tenaga, masih punya daya ingat yang bagus; ya kenapa ngga kita jalan-jalan. Teman saya mengatakan bahwa jalan-jalan itu adalah pemborosan. Konsumtif. Itu menurut mereka, tapi Tidak menurut saya. Kita bisa koq menekan budget sedemikian rupa dan tetap bisa jalan-jalan. Contohnya dengan backpacker atau flashpacker.

Hal yang menyenangkan ketika saya jalan-jalan adalah  pergi ke daerah yang belum pernah saya kunjungi, berinteraksi dengan penduduk setempat, berbagi cerita dengan karyawan hostel atau teman sekamar, makan makanan khas daerah tersebut, dan tentunya saya selalu diam sejenak untuk merasakan terpaan angin di muka saya dan menghirup udara di tempat tersebut. Saya sungguh meyukai itu. Satu hal yang pasti adalah semakin banyak saya pergi ke daerah yang belum pernah saya datangi, justru saya semakin merasa belum pergi kemana-mana. Lucu memang.. tapi begitulah kenyataannya.

Kita banyak belajar dari perjalanan kita, bahkan ketika kita mengatur strategi untuk menghemat biaya perjalanan pun sebenernya kita telah belajar yang namanya BERHEMAT🙂 Itu bukan berarti saya tidak suka First Class. Ya adakalanya saya menginginkan perjalanan First Class, namun entah kenapa saya terlalu sayang mengeluarkan uang untuk tiket SQ kalo ternyata Air Asia lebih murah. hehehe. Jalan-jalan juga mengajari kita untuk beradaptasi dengan lingkungan baru, belajar lebih ramah, lebih kuat, dan lebih positip. Intinya, jangan pernah berhenti jalan-jalan. Teruslah pergi ke tempat yang belum pernah kamu kunjungi. Buatlah planning, pergi, dan rasakan. Selalu ada pengalaman menarik di setiap perjalanan kamu.. dan saya percaya bahwa kedewasaan dan wawasan  tumbuh seiring dengan petualangan kamu. Hepi Travel😉

Jalan-jalan ke Chengdu China Part 4 Mt. Emei

This is the way to hike Mt. Emei for 1 day travel😉

1. Go out of the Teddy Bear Hotel and turn left, where you will find the Bao Guo Temple Bus Station.

2. Take a bus to Leidong Ping Bus Station (only round trip tickets are available. The price is 90 Yuan/person). The entrance ticket is sold at any park entrance gate for 180 Yuan/person.

3. After a 0.5 hour walk, you will arrive at Jieyin Palace. Then climb the mountainfor about 1.5 hours to get to the Golden Summit. Alternatively, you can take the cable car for 10 minutes (65 Yuan/person up).

4. You can appreciate the Golden Summit for about 1 or 2 hours.

5. Go back (1 hour walk or 10 minutes by cable car for 55 Yuan/person down) to Jieyin palace.

Jalan-jalan ke Chengdu (China) Part 3 Leshan Giant Buddha

Jam 7 pagi check out dari Hostel. Jalan kaki ke Xinnanmen Bus Station. Yep.. hanya 2 menit on foot. Beli tiket ke Leshan Giant Buddha. Pas mo beli tiket, sempet bingung juga nih masuk loket yang mana. Terus tanya orang dengan bilang “Leshan” sambil ekspresi bertanya gitu. hihihi. Akhirnya saya ditempatkan di loket no. 8. Lokasinya paling pojok kanan. Harga tiket ke Leshan 47 Yuan (Rp 96.115,- #rate 1 Yuan = Rp 2.045,-) sekali jalan.

Ditiket ada informasi jam keberangkatan dan nomor tempat duduk. Wow.. rapi juga pikir saya. Pas masuk ke ruang tunggu pun ada pemeriksaan bagasi gitu. Ckckck.. dah kayak airport aja. hehe. Keren. Karena saya antri di loket no. 8, maka saya pikir juga  naik busnya dari pintu no. 8. Akhirnya saya tanya ke perempuan yang menggunakan ID card di lehernya. Saya cukup bilang, “Sorry Miss.. Leshan..” sambil nunjukin tiket. Dan perempuan muda tersebut menunjuk bus yang harus saya naiki. Selesailah sudah.. ahahaha. Perjalanan dimulai. Berangkatnya on time. Pretty gud🙂

Waktu yang dibutuhkan dari Chengdu ke terminal Leshan ini estimasinya sekitar 2 jam. Sampai di terminal, saya keluar menuju jalan besar. Dari situ tanya ke Polisi “Wo yao qu Leshan Da Fo.” (baca: wo yao ci Leshan Ta Fo). Lalu polisinya menunjukkan haltenya. Jadi, dari terminal Leshan, tinggal jalan ke kanan sedikit. Di situ ada halte. Mudah banget. Terus tinggal nunggu bus No. 13. Bayar 1 Yuan. Pas mo bayar bilang ke supir bus “Leshan Da Fo”. Mm,, perjalanan sekitar 30 menitan gitu. Nanti pas diperjalanan kita akan nemuin seperti sungai yang dipinggirannya ada sejenis ukiran Leshan Da Fo gitu.. Itu artinya udah mau deket. Karena takut si supir lupa, saya tanya ke penumpang di situ “Leshan Da Fo”. dan si penumpang bilang “Hao hao..” sambil mengacungkan jari jempol tanda Ok. hihihi. Seru juga..

Ketika perhentian Leshan Da Fo, si penumpang tersebut menyuruh saya turun. Mm,, baik juga..🙂 Harga tiket masuk Leshan Da Fo sebesar 90 Yuan. Tiket masuknya berupa post card. Keren.

Habis dari Leshan saya mau menuju Emeishan. Maka cara menuju ke sana dari Leshan da Fo adalah nyebrang jalan dan naik bus no. 13 lagi. Terus bilang ke supir bus “Wo yao qu Emeishan”. Supir bus yang baik tersebut memanggil kami dan menyuruh kami turun. Yep.. tengok kiri-kanan. Terus saya inget.. ow di seberang jalan khan tempat tadi pagi. hehehe. Si supir bus menunjuk rumah besar di seberang jalan. lalu saya bilang “Emeishan?” Dan si supir seperti bilang Iya gitulah sambil menunjuk bangunan besar tersebut. Nyebrang jalanlah saya.. dan ternyataaa rumah besar itu stasiun bus. ahaha..

Seperti yang pernah saya baca, dari Leshan bisa langsung ke Baoguo Bus Station. Yang artinya Teddy Bear Hotel (tempat saya menginap) tidaklah jauh dari situ. Lumayan.. Harga tiket dari Leshan-Baoguo sekitar 11 Yuan.

Noted:

Jalan-jalan ke Chengdu, menurut saya Bahasa bukan kendala. Orang China di Chengdu mostly sangat helpful. Kadang saya menggunakan bahasa Inggris plus bahasa tubuh buat menanyakan jalan dan mereka jawab dengan menggunakan bahasa Mandarin plus bahasa tubuh. hehehe. Meski begitu, jalan yang saya mau tuju toh akhirnya ketemu juga. Bahasa tubuh dan ekspresi muka itu SANGAT PENTING karena ngga tau gimana kita jadi merasa terhubung dan buktinya saya sampe kemana pun tempat yang mau saya tuju😀 Namun, yang lebih penting lagi adalah berdoa dulu sebelum berangkat ke negeri orang😉

Jalan-jalan ke Chengdu (China) Part 2 Tianfu Sq. & Wenshu Temple

Hari Pertama di Chengdu sudah midnite. Jam 11 malam. Alhasil, hari pertama nyampe hotel, lalu bersih-bersih, dan tidur😀 Hal yang menyenangkan ketika sampai di negeri orang pada malam hari adalah saya bangun di pagi hari dengan suasana yang berbeda. Seperti mimpi. Cuaca yang berbeda. Kota yang berbeda. Orang-orang yang berbeda. Bahasa yang berbeda. Hihihi😀

Saya nginep di Traffic Inn Hostel. Saya memulai petualangan jam 9 pagi. Dengan berbekal map dari Hostel, bahasa Inggris pas-pas’an, dan bahasa Mandarin asal ceplak; akhirnya saya sampai juga ke Tianfu Square dan Wenshu Temple.😀 Ahahaha. Ooops.. sebelum berangkat ke China saya bermodalkan Sembahyang ke Kelenteng Boen Tek Bio di Tangerang, berdoa semoga perjalanan berjalan lancar dan menyenangkan🙂

Kalo nginep di Traffic Inn Hostel, rutenya gampang banget untuk sampai ke Tianfu Square. Keluar dari Hostel, kita nyebrang jalan dan pilih ke kiri. Menyebrang jalan merupakan pedestrian. Kita bisa sambil liat tenangna air sungai. Hohoho. Kita ikutin aja jalannya sampai ketemu jalan besar. Kita belok kanan aja sampai ketemu Minshan Hotel. Jalan terus aja.. Lumayan jauh sih. Nanti ketemu lapangan yang besar dan luas. Bisa 40 menitan kali ya kalo jalannya santai, tapi saya sih waktu itu okay-okay aja ya jalan kaki. Abis pemandangannya bagus n jalannya bersih. Terus cowok-cowok China tuw cakep-cakep. Hehehe. Lumayan buat cuci mata😉 hihihi

Selesai motre-motret di Tianfu Square, saya jalan kaki ke Wenshu Temple. Wahh,, saya ngga inget gimana rute-nya sampai saya bisa sampai ke Wenshu Temple. Masuk gang-gang gitu. Terus bentar-bentar tanya orang, “Wo yao qu Wenshu.” [ cara baca: wo yao ci Wenshu] Terus tunjukin lokasi Wenshu di map. Hahaha. Sebenernya ada cara mudah ke wenshu Temple dari Tianfu Square. Tinggal naik Metro dan bayar 2 Yuan. Sampe deh.. tapi kalo kamu mo merasakan Lost in Chengdu sih ngga ada salahnya kamu jalan kaki sambil bawa map dan tanya-tanya orang🙂

Selesai sembahyang di Wenshu Temple, saya lupa arah pulang. Abis kebanyakan belok sana belok sini. Ribet deh.. Yang saya inget adalah Xinnanmen Bus Station. Lokasi Hostel saya deket dengan Xinnanmen dan Xinnanmen merupakan central bus station ke Emei, LeShan, Jiuzhaigou, dll. Jadi, saya pikir orang sini pasti tau yang namanya Xinnanmen. Hehe. Akhirnya jalan aja menuju jalan besar dan ketemu halte bus. Terus tanya orang, “Wo yao qu Xinnanmen.” Hadehh.. bisa saya bilang kalimat “Wo yao qu …” ini merupakan mantra mujarab selama saya di Chengdu. hehe😀 Finally, orang tersebut menyuruh saya naik bus no. 91, terus dia kayak ada bahasa isyarat bahwa saya harus turun dimana gitu n mesti ditambah jalan kaki. Waduhh.. Sempet kegirangan sih pas liat ada jalan yang tadi pagi dah saya lewatin, “Lho.. Ini khan yang tadi pagi.. Ow.. lewat sini toh..” Saking kagumnya ama daya ingat sendiri, baru ngeh juga ini bus bukan bus Jakarta yang bisa seenaknya bilang “Kiri Bang..” di Chengdu busnya mesti turun-naik di halte. O Ow.. Liat kiri-kanan ngga jelas. Daerahnya makin suram. Nyasar deh.. akhirnya saya turun di perhentian bus paling terakhir. Tanya sopir bus, dari bahasa tubuhnya suruh saya ke arah halte naik bus no. 84. Sampai di halte, ngga ada tuh bus no. 54😦 terus tanya sepasang anak muda, “Where am i now?” sambil tunjukin map. Ternyata oh ternyata.. saya berada di South Railway Station. Huaaa… Jauh bangettt saya terdamparnya. Terus si anak muda perempuan yg ternyata ga bisa bahasa Inggris ini kasih tau pacarnya kalo untuk menuju Xinnanmen lebih baik naik Metro, turun di Huaxiba. Terus nanti naik bus lagi no. 28 kalo ngga salah. Saya lupa bus no berapa, karena saya sampai di Huaxiba langsung jalan kaki ke Hostel. Hehehe. Biaya Metro hanya 2 Yuan.

Sampai Hostel, saya istirahat karena saya memang udah flu sejak berangkat dari Indonesia. Di Chengdu, karena udara yang cukup dingin (winter season) dan kondisi yang ngga fit, maka saya harus tau diri kali ini untuk ngga jalan-jalan di malam hari😉 bersiap untuk besok pagi berangkat ke LeShan Giant Buddha dan Emeishan.

Notes atau Saran dari saya:

Jangan takut pergi ke Chengdu. Seperti saya, hanya bermodalkan sembahyang, niat tulus, dan tekad; kita pasti akan sampai kemana pun juga dengan aman. Overall, orang China di Chengdu sangat welcome terhadap turis. Bahkan Bapak-bapak tua pedagang mie tempat saya lunch, langsung nyamperin saya ketika saya lagi lihat map. Dia bilang, “Ni yao qu na li?” Terus saya bilang, “Wenshu” sambil nunjukin lokasi di map. hehe. Terus dia jelasin pake bahasa Mandarin dan saya jawabnya pake bahasa Inggris yang dibantu dengan bahasa tubuh. Hahaha😀 Perempuan China di Chengdu kurang bisa bahasa Inggris, maka ketika ditanya mereka langsung buang muka malu-malu gitu. Seperti pasangan muda-mudi yang saya ketemu di South Railway Station dimana si perempuan yang saya tanya melakukan hal tersebut, namun dia memberi tahu pacarnya rute yang benar. Pacarnyalah yang translate ke bahasa Inggris. Fiuh.. melehakan seharian jalan, tapi menyenangkan😉

Jalan-jalan Ke Chengdu (China) Part 1.1 Itinerary untuk Visa

DAY BY DAY ITINERARY
Day 01 January 9th, 2014 CGK – KUL – CTU
11:30 AM 2:30 PM Flight from Jakarta (Indonesia) to Kuala Lumpur (Malaysia)
6:15 PM 10:40 PM Flight transit from Kuala Lumpur (Malaysia) to Chengdu (China)
10:40 AM Transfer to Hostel and check in at Chengdu Traffic Inn Hostel (Chengdu)
Day 02 January 10th, 2014 Chengdu
Take a rest at Hostel (Traffic Inn Hostel)
Day 03 January 11st, 2014 Chengdu – LeShan (by Bus)
7:00 AM Check out
7:30 AM 10:00 AM Go to Xinnanmen Bus Station
10:00 AM 3:00 PM Visit LeShan Giant Buddha by cruise
3:00 PM 5:00 PM Go to Mt. Emei
5:00 PM Transfer to Teddy Bear Hostel (Baoguo)
Day 04 January 12nd, 2014 Mt. Emei
8:00 AM 4:00 PM Hiking to Mt. Emei
4:00 PM Take a rest at Teddy Bear Hostel (Baoguo)
Day 05 January 13rd, 2014 Chengdu
11:00 AM Check out from Hostel & go to Chengdu (by Bus)
3:00 PM Transfer to Chengdu Traffic Inn Hostel (Chengdu)
Day 06 January 14th, 2014 Chengdu
2:00 PM Check out
2:00 PM 7:00 PM Walking around Hostel
7:00 PM Go to Airport
11:55 PM 4:45 AM Flight from Chengdu (China) to Kuala Lumpur (Malaysia)
Day 07 January 15th, 2014 KUL – SIN – CGK
7:20 AM 8:20 AM Flight from Kuala Lumpur (Malaysia) to Singapore
8:20 AM 5:00 PM Go to Kuan Yin Temple at Bugis Street,
See Merlion at Raffles.
7:15 PM 8:05 PM Flight from Singapore to Jakarta (Indonesia)

Jalan-jalan Ke Chengdu (China) Part 1 Persiapan

Seperti biasa.. dengan jalan-jalan ala backpacker, saya menuju negeri tirai bambu😀 Tepatnya ke Chengdu. Sebuah ibukota dari propinsi Sichuan (China). Ini ceritakuw,,, ^^

Persiapan

Saya sudah merencanakan untuk pergi di musim winter. Bukan karena harga tiketnya saja yang murah, tapi juga karena ada SALJU… hohoho. Maklumlah negara kita khan negara tropis. Jadi ya penasaran aja pengen ngerasain salju. hehe. #norak. Persiapan pertama saya booking tiket pergi menggunakan maskapai Air Asia🙂 berjalan lancar. Namun, tiket pulang saya beli menggunakan maskapai Jetstar. Sayangnya, penerbangan pulang dengan Jetstar yang saya beli dari jauh-jauh hari tersebut dicancel karena Jetstar sudah tidak buka rute Chengdu-Jakarta😦 sempet panik sih.. uda seneng-seneng dapet tiket pulang murah (sekitar Rp 1.700.000), eh malah di refund. Hikz. Akhirnya 1 bulan sebelum berangkat, saya booking pake Air Asia karena harga AA murah lagi😉 Emank ya harga tiket pesawat itu ga bisa diduga, tapi rute nya Chengdu – Kuala Lumpur (transit) – Singapore. Nah, dari Singapore beli tiket Jetstar untuk ke Jakarta. Urusan tiket kelar🙂

Kemudian saya membutuhkan pakaian untuk musim dingin. Ehem.. dibutuhkan berlapis-lapis pakaian. Pertama, saya menggunakan bahan katun yg pas body, lalu pakai long john, terus pakai baju sejenis sweater, kemudian pakai winter coat bulu angsa, terakhir pakai jaket wind stoper. Selain itu, saya membutuhkan kupluk, syal, kaos kaki tebal 2 rangkap, dan sepatu boot. Hasilnya.. ngga terlalu dingin😀 Berikut adalah style saya ketika di Emeishan (Mt. Emei):ImageImageSetelah itu, saya juga membutuhkan Visa. Pengurusan Visa China, saya menggunakan jasa sejenis tour gitu. Namanya Everyday Mandarin. Lokasinya di Pluit. Sangat mudah. Ngga perlu datang ke sana. Tinggal kirim kelengkapan dokumennya, transfer uang, maka dalam 5 hari kerja Visa China saya pun jadi. Lalu dikirim balik ke kita. Cukup terpercaya sih saya bilang. Saya mengurusnya 1 bulan sebelum keberangkatan. Harga yang saya dapat sih katanya terbilang murah.. hanya Rp 570.000,- Perincian yang saya bayar adalah:

Biaya Tiki (ONS) Rp 13.000,-

Biaya Asuransi Rp 1.150,-

Yang saya bayar melalui transfer ke Jasa Pengurusan Visa: Rp 570.000 + Rp 25.000 (biaya ongkos kirim & asuransi) = Rp 595.000,-

NOTE atau SARAN dari saya:

1. Perlengkapan winter sebaiknya ngga perlu diforsir beli di Indonesia. Harganya mahal dan modelnya gitu-gitu aja. Lebih baik beli pas di China. Harga murah dan banyak model. Untuk winter coat dan sepatu boot di China mulai dari harga RMB 199 (berarti sekitar Rp 406.955 #rate 1 RMB = Rp 2.045,-). Harga rok yg modis buat perempuan juga sangat murah RMB 35 (sekitar Rp 71.575,-). Topi kupluk seharga RMB 29 (sekitar Rp 59.305,-). Sarung tangan mulai dari harga RMB 10 ( sekitar Rp 20.450,-).

2. Pengurusan Visa seharga Rp 570.000,-, saya menggunakan jasa Tour dari Everyday Mandarin. Alamatnya di Greenbay Pluit Tower B/LGM/6, Jl. Pluit Karang Ayu, Jakarta. No telp: (021) 68599100, 68787100.

Resep Keluarga Harmonis

Ketika akan menikah: Jangan mencari istri, tetapi carilah ibu bagi anak-anak kita. Janganlah mencari suami, tetapi carilah ayah bagi anak-anak kita.

Ketika melamar: Anda bukan sedang meminta kepada orang tua si gadis, tetapi meminta kepada Thian/Tikong (Tuhan) melalui orang tua si gadis karena Papa Mama adalah wakilnya Thian/Tikong di dunia.

Ketika menikah: Anda berdua menikah langsung dihadapan Thian/Tikong (Tuhan) di depan meja sembahyang Sam Kai sebagai perwujudan kebesaran Thian Tikong (Thian Kuan Tai Tee: Penguasa Langit, Sui Kuan Tai Tee: Penguasa Air, dan Tee Kuan Tai Tee: Penguasa Bumi/Tanah), serta di hadapan altar Tri Nabi Agung (Sakyamuni Buddha, Nabi Khong Hu Cu, dan Nabi Lo Cu) dengan restu orang tua dan disaksikan Pandita.

Ketika resepsi pernikahan: Catat dan hitung jumlah semua tamu yang datang untuk mendoakan Anda karena Anda harus berpikir untuk mengundang mereka kembali dan meminta maaf kepada mereka apabila Anda bercerai karena Anda telah menyia-nyiakan doa mereka.

Sejak malam pertama: Bersyukur dan bersabarlah. Anda adalah sepasang anak manusia yang banyak kekurangan dan bukan dewa-dewi yang punya banyak kelebihan.

Selama menempuh hidup berkeluarga: Ssadarlah bahwa jalan kehidupan yang akan dilalui tidak selalu jalan yang bertabur bunga, tetapi juga banyak semak belukar yang penuh duri dan batu kerikil.

Ketika biduk rumah tangga oleng: Jangan saling menyalahkan dan jangan saling berlepas tangan, tetapi sebaliknya justru harus semakin erat berpegangan tangan.

Ketika belum memiliki anak: Read the rest of this entry