In My Opinion: Perubahan

Dimanapun yang namanya perubahan itu pasti ada ekses. Ada dampaknya. Dimanapun itu artinya bisa saja luas dan sempit, seperti negara, ormas, perusahaan, dan lain sebagainya, sampai pada yang terkecil, yaitu keluarga. Fyi, negara sebesar Amerika pun saat ini juga sedang mengadakan reformasi pendidikan. Reformasi mengacu pada perubahan. Jadi, dimanapun itu memang didefinisikan secara harafiah.

Perubahan itu sendiri menurut gw ada 2, yaitu perubahan yang lebih baik dan perubahan yang buruk [whatever u call it, tapi yang pasti perubahannya merosot]. Ketika terjadi perubahan, pasti ada orang yang suka dengan perubahan dan mungkin ada juga orang yang tidak suka dengan perubahan. Sampai saat ini gw masih berpikir bila ada orang yang tidak dapat menerima perubahan  yang lebih baik adalah orang yang kaku. Meski demikian, sangatlah aneh apabila perubahan yang lebih baik itu tidak dapat diterima. Apakah orang-orang yang menolak perubahan yang lebih baik itu memiliki kerugian apabila perubahan yang lebih baik itu efektif dijalankan?

Realitanya, sama seperti yang gw alamin sekarang, perubahan membuat sebagian orang tidak suka. Perubahan tersebut pada akhirnya memicu desas-desus dan berujung pada keributan. Mm, bagi gw, keributan tersebut adalah konsekuensi logis dari perubahan. Jadi, secara sosial sich harusnya ngga perlu terlalu dipusingkan karena dari awal khan kita sudah tau dengan konsekuensi logis tersebut. Berati tinggal si pembawa perubahan ini yang memutuskan untuk berubah atau tidak.

Nah, bagaimana bila sampai terjadi perbuatan anarkis dari orang-orang yang tidak suka dengan perubahan? Gw pikir, istilah demokrasi yang dibuat oleh Aristoteles adalah jawabannya. Jika kita menerapkan sistem demokrasi tersebut secara tepat, yang namanya perbuatan anarkis tidak akan terjadi. Dalam kasus yang gw alamin saat ini, orang-orang yang tidak suka dengan perubahan tersebut harus dapat mengemukakan alasan logis kenapa tidak boleh berubah. Bila alasan tersebut make sense dan dapat diterima oleh semua anggota, kita juga tidak boleh terlalu kaku dengan pemikiran kita. Intinya sich, si pembicara [entah itu yang ingin membawa perubahan maupun yang tidak] harus pintar-pintar menggunakan metode persuasif.🙂

About bentbee

Hal yang paling kusukai dalam hidup adalah bangun di pagi hari, menghirup udara pagi sambil minum sweet hot tea... ^^

Posted on 29 August 2011, in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Koment ahh,,, :D hehehe..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: