Resep Keluarga Harmonis

Ketika akan menikah: Jangan mencari istri, tetapi carilah ibu bagi anak-anak kita. Janganlah mencari suami, tetapi carilah ayah bagi anak-anak kita.

Ketika melamar: Anda bukan sedang meminta kepada orang tua si gadis, tetapi meminta kepada Thian/Tikong (Tuhan) melalui orang tua si gadis karena Papa Mama adalah wakilnya Thian/Tikong di dunia.

Ketika menikah: Anda berdua menikah langsung dihadapan Thian/Tikong (Tuhan) di depan meja sembahyang Sam Kai sebagai perwujudan kebesaran Thian Tikong (Thian Kuan Tai Tee: Penguasa Langit, Sui Kuan Tai Tee: Penguasa Air, dan Tee Kuan Tai Tee: Penguasa Bumi/Tanah), serta di hadapan altar Tri Nabi Agung (Sakyamuni Buddha, Nabi Khong Hu Cu, dan Nabi Lo Cu) dengan restu orang tua dan disaksikan Pandita.

Ketika resepsi pernikahan: Catat dan hitung jumlah semua tamu yang datang untuk mendoakan Anda karena Anda harus berpikir untuk mengundang mereka kembali dan meminta maaf kepada mereka apabila Anda bercerai karena Anda telah menyia-nyiakan doa mereka.

Sejak malam pertama: Bersyukur dan bersabarlah. Anda adalah sepasang anak manusia yang banyak kekurangan dan bukan dewa-dewi yang punya banyak kelebihan.

Selama menempuh hidup berkeluarga: Ssadarlah bahwa jalan kehidupan yang akan dilalui tidak selalu jalan yang bertabur bunga, tetapi juga banyak semak belukar yang penuh duri dan batu kerikil.

Ketika biduk rumah tangga oleng: Jangan saling menyalahkan dan jangan saling berlepas tangan, tetapi sebaliknya justru harus semakin erat berpegangan tangan.

Ketika belum memiliki anak: Anak (laki-laki atau perempuan) adalah jodoh, ikatan karma, dan juga karunia Thian Tikong. Cintailah pasangan 100%.

Ketika ekonomi keluarga belum membaik: Yakinlah bahwa pintu rejeki akan terbuka lebar berbanding lurus dengan Co Kong Tek/Co Ho Sim (Jasa Kebajikan) dan Kedermawanan (kemurahan hati) dan keimanan. Menanam berarti memetik dan memberi berarti menerima.

Ketika ekonomi keluarga membaik: Jangan lupa akan jasa pasangan hidup (suami/istri) yang setia mendampingi kita semasa menderita. Jangan lupa untuk tetap Co Kong Tek/Co Ho Sim (Menanam Jasa Kebajikan).

Ketika Anda adalah suami: Sesekali boleh bermanja-manja pada istri, tetapi jangan lupa untuk bangkit segera bertanggung jawab bila istri/anak membutuhkan pertolongan suami.

Ketika Anda adalah istri: Tetaplah berjalan gemulai dan lemah-lembut, tetapi selalu berhasil menyelesaikan pekerjaan dan menopang suami dan anak-anak manakala diperlukan.

Ketika mendidik anak: Jangan pernah berpikir bahwa orang tua yang baik adalah orang tua yang tidak pernah marah kepada anak dan selalu memenuhi kemauan anak.

Ketika ada PIL (Pria Idaman Lain) atau WIL (Wanita Idaman Lain): Jangan dituruti walaupun menarik. Cukupkanlah pasangan sebagai pelabuhan hati. Ketika ingin keluarga langgeng bahagia dan harmonis, maka gunakanlah Formula 5K (Keimanan, Kasih sayang (Jin/Ren, Maitri), Kejujuran/Dapat dipercaya (Sin) dan Keterbukaan, Kesetiaan (Tiong/Cung, Satya) & Kesusilaan (Lee/Li, sila), dan Kebijaksanaan (Tie/Ce, Prajna).

 

Sumber: Perkawinan Dan Keluarga TriDharma, Marga Singgih.

 

About bentbee

Hal yang paling kusukai dalam hidup adalah bangun di pagi hari, menghirup udara pagi sambil minum sweet hot tea... ^^

Posted on 29 January 2013, in Tradisi & Agama. Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. saya suka artikel kamu yang satu ini

  2. jangan bosan bosan tulis artikel
    cia yoo……..

Koment ahh,,, :D hehehe..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: