Jalan-jalan ke Chengdu (China) Part 2 Tianfu Sq. & Wenshu Temple

Hari Pertama di Chengdu sudah midnite. Jam 11 malam. Alhasil, hari pertama nyampe hotel, lalu bersih-bersih, dan tidur😀 Hal yang menyenangkan ketika sampai di negeri orang pada malam hari adalah saya bangun di pagi hari dengan suasana yang berbeda. Seperti mimpi. Cuaca yang berbeda. Kota yang berbeda. Orang-orang yang berbeda. Bahasa yang berbeda. Hihihi😀

Saya nginep di Traffic Inn Hostel. Saya memulai petualangan jam 9 pagi. Dengan berbekal map dari Hostel, bahasa Inggris pas-pas’an, dan bahasa Mandarin asal ceplak; akhirnya saya sampai juga ke Tianfu Square dan Wenshu Temple.😀 Ahahaha. Ooops.. sebelum berangkat ke China saya bermodalkan Sembahyang ke Kelenteng Boen Tek Bio di Tangerang, berdoa semoga perjalanan berjalan lancar dan menyenangkan🙂

Kalo nginep di Traffic Inn Hostel, rutenya gampang banget untuk sampai ke Tianfu Square. Keluar dari Hostel, kita nyebrang jalan dan pilih ke kiri. Menyebrang jalan merupakan pedestrian. Kita bisa sambil liat tenangna air sungai. Hohoho. Kita ikutin aja jalannya sampai ketemu jalan besar. Kita belok kanan aja sampai ketemu Minshan Hotel. Jalan terus aja.. Lumayan jauh sih. Nanti ketemu lapangan yang besar dan luas. Bisa 40 menitan kali ya kalo jalannya santai, tapi saya sih waktu itu okay-okay aja ya jalan kaki. Abis pemandangannya bagus n jalannya bersih. Terus cowok-cowok China tuw cakep-cakep. Hehehe. Lumayan buat cuci mata😉 hihihi

Selesai motre-motret di Tianfu Square, saya jalan kaki ke Wenshu Temple. Wahh,, saya ngga inget gimana rute-nya sampai saya bisa sampai ke Wenshu Temple. Masuk gang-gang gitu. Terus bentar-bentar tanya orang, “Wo yao qu Wenshu.” [ cara baca: wo yao ci Wenshu] Terus tunjukin lokasi Wenshu di map. Hahaha. Sebenernya ada cara mudah ke wenshu Temple dari Tianfu Square. Tinggal naik Metro dan bayar 2 Yuan. Sampe deh.. tapi kalo kamu mo merasakan Lost in Chengdu sih ngga ada salahnya kamu jalan kaki sambil bawa map dan tanya-tanya orang🙂

Selesai sembahyang di Wenshu Temple, saya lupa arah pulang. Abis kebanyakan belok sana belok sini. Ribet deh.. Yang saya inget adalah Xinnanmen Bus Station. Lokasi Hostel saya deket dengan Xinnanmen dan Xinnanmen merupakan central bus station ke Emei, LeShan, Jiuzhaigou, dll. Jadi, saya pikir orang sini pasti tau yang namanya Xinnanmen. Hehe. Akhirnya jalan aja menuju jalan besar dan ketemu halte bus. Terus tanya orang, “Wo yao qu Xinnanmen.” Hadehh.. bisa saya bilang kalimat “Wo yao qu …” ini merupakan mantra mujarab selama saya di Chengdu. hehe😀 Finally, orang tersebut menyuruh saya naik bus no. 91, terus dia kayak ada bahasa isyarat bahwa saya harus turun dimana gitu n mesti ditambah jalan kaki. Waduhh.. Sempet kegirangan sih pas liat ada jalan yang tadi pagi dah saya lewatin, “Lho.. Ini khan yang tadi pagi.. Ow.. lewat sini toh..” Saking kagumnya ama daya ingat sendiri, baru ngeh juga ini bus bukan bus Jakarta yang bisa seenaknya bilang “Kiri Bang..” di Chengdu busnya mesti turun-naik di halte. O Ow.. Liat kiri-kanan ngga jelas. Daerahnya makin suram. Nyasar deh.. akhirnya saya turun di perhentian bus paling terakhir. Tanya sopir bus, dari bahasa tubuhnya suruh saya ke arah halte naik bus no. 84. Sampai di halte, ngga ada tuh bus no. 54😦 terus tanya sepasang anak muda, “Where am i now?” sambil tunjukin map. Ternyata oh ternyata.. saya berada di South Railway Station. Huaaa… Jauh bangettt saya terdamparnya. Terus si anak muda perempuan yg ternyata ga bisa bahasa Inggris ini kasih tau pacarnya kalo untuk menuju Xinnanmen lebih baik naik Metro, turun di Huaxiba. Terus nanti naik bus lagi no. 28 kalo ngga salah. Saya lupa bus no berapa, karena saya sampai di Huaxiba langsung jalan kaki ke Hostel. Hehehe. Biaya Metro hanya 2 Yuan.

Sampai Hostel, saya istirahat karena saya memang udah flu sejak berangkat dari Indonesia. Di Chengdu, karena udara yang cukup dingin (winter season) dan kondisi yang ngga fit, maka saya harus tau diri kali ini untuk ngga jalan-jalan di malam hari😉 bersiap untuk besok pagi berangkat ke LeShan Giant Buddha dan Emeishan.

Notes atau Saran dari saya:

Jangan takut pergi ke Chengdu. Seperti saya, hanya bermodalkan sembahyang, niat tulus, dan tekad; kita pasti akan sampai kemana pun juga dengan aman. Overall, orang China di Chengdu sangat welcome terhadap turis. Bahkan Bapak-bapak tua pedagang mie tempat saya lunch, langsung nyamperin saya ketika saya lagi lihat map. Dia bilang, “Ni yao qu na li?” Terus saya bilang, “Wenshu” sambil nunjukin lokasi di map. hehe. Terus dia jelasin pake bahasa Mandarin dan saya jawabnya pake bahasa Inggris yang dibantu dengan bahasa tubuh. Hahaha😀 Perempuan China di Chengdu kurang bisa bahasa Inggris, maka ketika ditanya mereka langsung buang muka malu-malu gitu. Seperti pasangan muda-mudi yang saya ketemu di South Railway Station dimana si perempuan yang saya tanya melakukan hal tersebut, namun dia memberi tahu pacarnya rute yang benar. Pacarnyalah yang translate ke bahasa Inggris. Fiuh.. melehakan seharian jalan, tapi menyenangkan😉

About bentbee

Hal yang paling kusukai dalam hidup adalah bangun di pagi hari, menghirup udara pagi sambil minum sweet hot tea... ^^

Posted on 20 January 2014, in Jalan-jalan, Luar Negeri and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Koment ahh,,, :D hehehe..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: